Senin, 04 April 2011
Mengapa Wajah Orang Asia Tampak Lebih Muda . . . . ????
Apa yang membuat wajah orang Asia tampak awet muda?
Seperti kasus Xia Da yang banyak menarik perhatian orang. Perempuan kelahiran Hunan Huaihua, China 4 April 1981 ini memang sangat fenomenal.
Selain karyanya mampu bersaing dengan kartun-kartun Jepang, wajahnya yang lucu dan kekanak-kanakan seperti tokoh kartun juga banyak menghiasi sampul majalah game di Jepang.
Tapi bukan hanya orang China seperti Xia Da saja yang awet muda, sebagian besar orang Asia punya kekhasan genetik yang membuatnya selalu tampak lebih muda dibandingkan orang barat.
Perbedaan itu terletak pada struktur wajah berikut ini, seperti dikutip dari Methodsofhealing, Senin (4/4/2011).
1. Komposisi lemak wajah
Beberapa ahli meyakini perbedaan komposisi lemak di wajah menyebabkan orang Asia tidak mudah mengalami kulit keriput. Pada orang Asia, penumpukan lemak juga lebih banyak terjadi di sekitar mata, sehingga kantung mata tidak mudah mengendur.
Lemak di sekitar mulut juga lebih banyak, sehingga garis tawa (kerutan yang timbul saat tertawa) tidak mudah terbentuk pada wajah orang Asia. Orang barat memiliki lemak yang lebih sedikit di bagian tersebut sehingga lebih cepat mendapatkan garis-garis atau kerutan di wajahnya.
2. Warna kulit
Orang Asia terutama yang berkulit kuning langsat atau sawo matang punya pigmen yang melindunginya dari efek buruk radiasi sinar ultraviolet. Berbeda dengan kulit wajah orang barat yang cenderung putih pucat, pigmen yang melindunginya juga lebih sedikit.
Selain memiliki lebih banyak pigmen atau zat yang memberi warna kulit, kulit orang Asia secara almi juga emmiliki tekstur yang lebih lembut. Kulit yang lembut cenderung lebih cepat mengalami regenerasi, sehingga kulit mati cepat digantikan dengan sel-sel kulit baru.
3. Bentuk wajah
Kesan lebih muda juga dipengaruhi oleh bentuk serta tata letak berbagai komponen wajah, misalnya kemiringan mata yang membuat wajah orang Asia tampak agak sayu. Bibir tipis juga memberi kesan kekanak-kanakan, sementara orang barat umumnya memiliki posisi mata yang tegas dan bibir yang tebal.
Orang Asia juga memiliki posisi tulang pipi yang agak tinggi, yang jika dikombinasikan dengan tebalnya lapisan lemak di pipi maka akan memberi kesan wajah yang bulat. Ditambah dengan dahi yang rendah, maka wajah orang Asia tampak seperti boneka.
Jumat, 01 April 2011
Air Tawar Segar di Kedalaman Samudera
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi `Discovery' pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan..." artinya "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu'lu`u wal marjaan" artinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam.
Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran."
Kamis, 16 Desember 2010
A Little Word about Persahabatan
Saat tangan terluka, mata menangis...Saat mata menangis, tangan menghapusnya..
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan,didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain,tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain:1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)2. Ketidakterbukaan3. Kehilangan kepercayaan4. Perubahan perasaan antar lawan jenis5. Ketidak setiaan..
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Renungkan:Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
"Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita.." - Anonim -
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.