Kamis, 06 Desember 2012

Diam


diamlah di saat yg tepat, agar benar diammu emas adanya
diam, bagi yang tak paham, sia-sia lah waktunya
bagi yang paham, bisa digantikan urusan lain, karena tak perlu sibuk lagi tuk memahami.
diam, bagi yang paham atau pun tidak, sama-sama ada ruginya, ada waktu yang tersiakan
diam, bagi yang tak tahu, solusi manjur bagi yang kalau bicara tampak bodohnya
diam, bagi yang paham karena enggan 'berputar-putar' di situ-situ saja

*nih puisi bg coy jugaa, tapi belom masuk dapur padek lagi, rasanya minggu ini masuk kok, rasanyaa :P

Hujan

hujan, rintik, deras, sama saja, air juga yang turun
di mata pun tak jauh beda, air juga nyatanya, hanya ini didalam labuhannya
Top of Form
hujan, dimana dikau kan reda?
hatinya, tak dapat lagi menampung
bekasnya jelas dan terbaca
Top of Form
hujan, bahkan telah berteduh tetap ada membekas
hati dan hujan menyatu, berjejak dan entah sampai kapan terus begitu, membekas
hujan tak kunjung reda, hati masih menampungnya,
bekas tak terhapus, -mungkin- selamanya
hati, tampaknya menampung hujan, penuh bekas
hujan, bgitu selalu, membekas

Puisi ini created by bg "coy" zikri yang dimuat di koran padang ekspres 25 november 2012
*pujanggaaaa :p

Minggu, 18 November 2012

Titik

Tak terhitung langkah kuayunkan
Terpanggang matahari
Terantuk berjuta kerikil tajam
Terguyur hujan,
Keringat dan darah ini tuntas terperas

Tak ada tatapan sinis
Tak ada pengucilan
Tak ada dakwaan

Aku datang dari titik
akan berakhir pada titik jua
aku tahu tanda tanda darimu

Salahku, tentu ingin kau maaf
Keluhku bukan hambatan tawa kalian
Rasa ini, jangan kau guna acuan
Aku lelah tanpa ingin berhenti
Aku letih, tak terlintas hentikan semangat

*Padang, 16 Nov 12

Doggie